OJK Soroti Hambatan Agunan dalam Akses Pembiayaan Usaha Mikro
OJK menilai ketergantungan pada agunan aset menjadi salah satu penghalang pembiayaan usaha mikro dan ultra mikro.
OJK menilai ketergantungan pada agunan aset menjadi salah satu penghalang pembiayaan usaha mikro dan ultra mikro.
Outstanding fintech lending mencapai Rp92,92 triliun per Oktober 2025, tumbuh 23,86% tahunan, dengan kualitas pembiayaan tetap menjadi perhatian.
Pelaku UMKM menilai persyaratan dan prosedur pencairan kredit masih menjadi kendala bagi akses pendanaan.
Kementerian UMKM melaporkan KUR lebih dari Rp214 triliun kepada 3,6 juta pelaku usaha hingga Oktober 2025.
IHSG turun 0,21% ke 8.043,82 dan LQ45 juga melemah saat investor mencermati data ekonomi serta peluang perubahan kebijakan moneter.
Data inflasi yang relatif terkendali memberi konteks bagi prospek kebijakan moneter, meski kurs tetap sensitif pada faktor eksternal.
Insentif dapat membantu proses pembiayaan, tetapi penilaian kelayakan, transparansi biaya dan pemantauan arus kas tetap diperlukan.
OJK membahas insentif bagi lembaga keuangan agar pembiayaan UMKM lebih mudah dijangkau dengan prinsip kehati-hatian.
Rupiah menguat 34 poin atau 0,20% menjadi Rp16.428 per dolar AS pada pembukaan perdagangan.
TWP90 industri pindar tercatat 2,75% per Juli 2025, sementara pembiayaan tumbuh 22,01% tahunan menjadi Rp84,66 triliun.