Selasa, 3 November 2026
TERKINI
Bisnis & Penghasilan

Survei BI: Aktivitas Usaha Tetap Positif, Sektor yang Perlu Disiapkan UMKM Menjelang Akhir Tahun

Oleh YKPgL4iV8Kf45 menit baca6 dibaca

Aktivitas dunia usaha Indonesia tetap berada di zona positif pada triwulan III 2026. Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia mencatat Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 11,46%. BI juga menyebut kondisi keuangan dunia usaha secara umum membaik pada aspek likuiditas dan rentabilitas, sementara akses kredit dinilai tetap mudah oleh responden survei.

Untuk triwulan IV 2026, pelaku usaha yang disurvei memperkirakan kegiatan usaha masih tumbuh positif dengan SBT 10,77%. Sejumlah lapangan usaha yang diprakirakan meningkat meliputi transportasi dan pergudangan, informasi dan komunikasi, real estat, jasa perusahaan, serta perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi mobil dan sepeda motor. BI mengaitkan prospek itu dengan meningkatnya aktivitas saat Natal dan libur akhir tahun.

Memahami angka SBT tanpa salah menafsirkan

SBT merupakan ukuran saldo jawaban pelaku usaha dalam survei, bukan persentase pertumbuhan omzet nasional dan bukan pula angka kenaikan laba semua perusahaan. Nilai positif menunjukkan lebih banyak responden melaporkan peningkatan aktivitas dibandingkan yang melaporkan penurunan, setelah memperhitungkan bobot survei. Karena itu, SBT 11,46% tidak berarti seluruh bisnis tumbuh 11,46%.

BI juga mencatat kapasitas produksi terpakai pada triwulan III sebesar 73,75%. Angka ini memberi gambaran bahwa fasilitas produksi secara rata-rata masih memiliki ruang kapasitas, meski tingkat pemanfaatannya berbeda antarindustri. Bagi pemilik usaha, data nasional berguna sebagai konteks, tetapi keputusan stok, perekrutan, dan investasi harus tetap memakai catatan penjualan serta kondisi pasar masing-masing.

Di mana peluang akhir tahun bisa muncul?

Transportasi dan pergudangan berpotensi memperoleh tambahan aktivitas ketika mobilitas masyarakat dan distribusi barang meningkat. Peluang tidak hanya berada pada operator besar. Usaha kecil dapat terlibat sebagai pemasok kemasan, jasa pengiriman lokal, penyewaan kendaraan, penyimpanan sementara, katering pekerja, atau layanan perawatan. Namun, permintaan musiman juga bisa membuat biaya tenaga kerja, bahan bakar, dan kapasitas logistik berubah cepat.

Perdagangan besar dan eceran biasanya menghadapi periode yang lebih sibuk menjelang liburan. Pedagang perlu menilai barang mana yang memiliki perputaran cepat, bukan sekadar menambah semua stok. Produk yang lambat terjual berisiko menyerap kas dan berujung pada diskon besar setelah musim ramai selesai. Riwayat penjualan tahun sebelumnya, pesanan yang sudah dikonfirmasi, serta tren mingguan dapat membantu menentukan jumlah pembelian yang masuk akal.

Sektor informasi dan komunikasi serta jasa perusahaan juga disebut dalam prakiraan BI. Kebutuhan dukungan teknologi, pemasaran, administrasi, dan layanan profesional dapat meningkat ketika perusahaan menyiapkan kampanye akhir tahun atau memperluas kanal penjualan. Bagi penyedia jasa kecil, penawaran paket dengan ruang lingkup, tenggat, dan biaya yang jelas dapat mengurangi risiko pekerjaan melebar tanpa pembayaran tambahan.

Empat persiapan praktis untuk UMKM

Pertama, buat proyeksi kas mingguan. Catat uang masuk yang benar-benar sudah diterima, bukan hanya nilai pesanan. Pisahkan pembayaran tunai, transfer yang belum cair, piutang pelanggan, dan kewajiban kepada pemasok. Proyeksi sederhana selama delapan hingga dua belas minggu membantu pemilik usaha melihat kapan kas berpotensi menipis, terutama saat harus membeli stok lebih awal.

Kedua, rencanakan stok berdasarkan kecepatan jual. Kelompokkan produk menjadi barang cepat, sedang, dan lambat berputar. Tetapkan batas minimum dan maksimum berdasarkan data penjualan, waktu pengadaan, serta risiko barang rusak atau kedaluwarsa. Jika permintaan melonjak, lakukan pemesanan bertahap agar modal tidak terkunci sekaligus.

Ketiga, hitung margin setelah seluruh biaya. Jangan hanya membandingkan harga jual dengan harga beli. Masukkan ongkos kirim, biaya platform, kemasan, komisi, retur, promosi, tenaga kerja, dan biaya pembayaran. Diskon yang tampak menarik dapat mengurangi keuntungan jika tidak dihitung dari margin bersih. Usaha juga perlu menetapkan batas diskon yang tidak boleh dilampaui tanpa persetujuan pemilik.

Keempat, siapkan skenario jika penjualan meleset. Buat rencana untuk kondisi penjualan lebih rendah, sesuai target, dan lebih tinggi dari perkiraan. Dalam skenario lemah, tunda belanja yang tidak mendesak dan negosiasikan jadwal pemasok. Dalam skenario kuat, pastikan kapasitas produksi, tenaga kerja, dan pengiriman mampu mengikuti permintaan tanpa mengorbankan kualitas.

Bagaimana menggunakan pembiayaan secara sehat?

Survei BI menyebut akses kredit tetap mudah secara umum, tetapi hal itu tidak berarti setiap usaha pasti memperoleh pinjaman atau harus mengambilnya. Pembiayaan sebaiknya digunakan untuk kebutuhan produktif yang arus kasnya dapat diperkirakan, seperti persediaan dengan pesanan jelas atau peralatan yang meningkatkan kapasitas. Hindari berutang hanya untuk menutup kerugian operasional berulang tanpa rencana perbaikan.

Sebelum mengajukan kredit, siapkan laporan penjualan, catatan arus kas, daftar aset dan kewajiban, serta proyeksi pembayaran. Bandingkan bunga, biaya administrasi, agunan, tenor, denda, dan kewajiban lain. Hitung apakah cicilan tetap dapat dibayar ketika penjualan turun. Pinjaman yang terlihat ringan pada awalnya bisa membebani usaha jika pendapatan bersifat musiman.

Jangan menganggap prakiraan sebagai kepastian

Proyeksi BI adalah hasil survei dan mencerminkan ekspektasi responden, bukan jaminan permintaan akan naik di semua wilayah. Gangguan pasokan, perubahan harga bahan baku, cuaca, kondisi konsumen, dan persaingan dapat mengubah hasil. Karena itu, pemilik usaha perlu memperbarui rencana secara berkala dengan data penjualan sendiri dan informasi pemasok.

Intinya, survei BI memberi sinyal bahwa aktivitas usaha diperkirakan tetap positif menjelang akhir tahun. UMKM dapat memanfaatkan momentum tersebut dengan mengelola kas, stok, margin, dan kapasitas secara disiplin. Pertumbuhan yang sehat bukan sekadar penjualan ramai, melainkan penjualan yang menghasilkan kas dan laba setelah semua kewajiban dibayar.

Sumber data: Bank Indonesia, “Survei Kegiatan Dunia Usaha Triwulan III 2026”, 19 Oktober 2026. Foto ilustrasi: TheStandingDesk / Unsplash.

Penulis di Cuan Publik