IHSG Ditutup Melemah Meski Data Ekonomi Domestik Stabil
IHSG turun 0,21% ke 8.043,82 dan LQ45 juga melemah saat investor mencermati data ekonomi serta peluang perubahan kebijakan moneter.
IHSG turun 0,21% ke 8.043,82 dan LQ45 juga melemah saat investor mencermati data ekonomi serta peluang perubahan kebijakan moneter.
Data inflasi yang relatif terkendali memberi konteks bagi prospek kebijakan moneter, meski kurs tetap sensitif pada faktor eksternal.
Insentif dapat membantu proses pembiayaan, tetapi penilaian kelayakan, transparansi biaya dan pemantauan arus kas tetap diperlukan.
OJK membahas insentif bagi lembaga keuangan agar pembiayaan UMKM lebih mudah dijangkau dengan prinsip kehati-hatian.
Rupiah menguat 34 poin atau 0,20% menjadi Rp16.428 per dolar AS pada pembukaan perdagangan.
TWP90 industri pindar tercatat 2,75% per Juli 2025, sementara pembiayaan tumbuh 22,01% tahunan menjadi Rp84,66 triliun.
OJK mencatat kredit perbankan mencapai Rp8.043,2 triliun pada Juli 2025, tumbuh 7,03% tahunan.
Saat dinamika sosial memengaruhi sentimen pasar, dana darurat dapat membantu menghindari penjualan aset jangka panjang pada waktu yang buruk.
OJK menyebut dinamika domestik berkontribusi pada volatilitas, meski IHSG sempat mencatat rekor tertinggi pada Agustus 2025.
BI menurunkan BI-Rate ke 5%, deposit facility ke 4,25% dan lending facility ke 5,75% untuk mendukung pertumbuhan.