IHSG Jatuh Setelah MSCI Menyoroti Keterbukaan Kepemilikan Saham
Pasar saham turun tajam setelah MSCI menyoroti transparansi kepemilikan dan investability; keterbukaan data menjadi isu bagi investor.
Pasar saham turun tajam setelah MSCI menyoroti transparansi kepemilikan dan investability; keterbukaan data menjadi isu bagi investor.
BI mempertahankan suku bunga 4,75%, deposit facility 3,75% dan lending facility 5,5%, dengan fokus stabilisasi rupiah.
Aturan OJK mengecualikan agunan untuk fasilitas modal kerja tertentu hingga Rp100 juta bagi debitur UMKM.
Ulasan sektor perbankan menyoroti tekanan permintaan domestik dan likuiditas yang dipengaruhi penyerapan belanja pemerintah.
IHSG menguat pada sesi pertama 2026. Arah berikutnya tetap dipengaruhi laba emiten, arus modal dan kondisi global.
Pembiayaan fintech lending mencapai Rp92,92 triliun per Oktober 2025, sementara keterlambatan pembayaran menjadi perhatian regulator.
OJK menilai ketergantungan pada agunan aset menjadi salah satu penghalang pembiayaan usaha mikro dan ultra mikro.
Outstanding fintech lending mencapai Rp92,92 triliun per Oktober 2025, tumbuh 23,86% tahunan, dengan kualitas pembiayaan tetap menjadi perhatian.
Pelaku UMKM menilai persyaratan dan prosedur pencairan kredit masih menjadi kendala bagi akses pendanaan.
Kementerian UMKM melaporkan KUR lebih dari Rp214 triliun kepada 3,6 juta pelaku usaha hingga Oktober 2025.