Layanan beli sekarang bayar nanti atau buy now pay later (BNPL) semakin mudah ditemukan dalam proses belanja digital. Kemudahan tersebut membuat konsumen dapat membagi pembayaran, tetapi juga berisiko mendorong pembelian di luar kemampuan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Peraturan Anggota Dewan Komisioner Nomor 2 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan BNPL bagi perusahaan pembiayaan dan perusahaan pembiayaan syariah. Aturan ini ditetapkan pada 4 Mei 2026 dan mengatur sejumlah aspek operasional serta perlindungan konsumen.
OJK menjelaskan ketentuan tersebut mencakup persetujuan penyelenggaraan, prinsip kehati-hatian, perlindungan konsumen, pengelolaan data pribadi dan transaksi, mekanisme analisis kelayakan serta credit scoring, keterbukaan informasi, penagihan, dan manfaat ekonomi. Pemenuhan analisis kelayakan terkait batas usia dan penghasilan debitur mulai berlaku paling lambat 1 Juli 2026 untuk akuisisi debitur baru maupun perpanjangan pembiayaan.
Apa yang berubah bagi penyelenggara?
Aturan ini mendorong perusahaan pembiayaan dan perusahaan pembiayaan syariah untuk tidak hanya mengandalkan kemudahan proses digital. Penilaian calon debitur perlu memperhatikan kelayakan, termasuk usia dan penghasilan, serta mengelola risiko pembiayaan. Perusahaan juga harus memperhatikan transparansi informasi, perlindungan data, dan praktik penagihan yang sesuai ketentuan.
OJK tidak menyatakan bahwa seluruh konsumen otomatis berhak memperoleh limit tertentu. Persetujuan dan besaran fasilitas tetap bergantung pada kebijakan serta penilaian penyelenggara yang sesuai regulasi. Karena itu, konsumen sebaiknya tidak menganggap limit yang muncul di aplikasi sebagai tambahan pendapatan atau uang gratis. Limit adalah fasilitas pembiayaan yang harus dibayar kembali sesuai jadwal dan biaya yang disepakati.
Periksa total biaya, bukan hanya cicilan per bulan
Sebelum menekan tombol setuju, periksa harga barang, uang muka jika ada, jumlah cicilan, biaya layanan, bunga atau manfaat ekonomi, biaya administrasi, denda keterlambatan, dan konsekuensi jika melakukan pelunasan lebih awal. Pastikan seluruh biaya ditampilkan secara jelas. Jika informasi hanya muncul setelah beberapa tahap atau tidak dapat dipahami, tunda transaksi dan minta penjelasan melalui kanal resmi penyedia layanan.
Contoh sederhana: barang seharga Rp1 juta mungkin terlihat ringan ketika dibagi menjadi beberapa pembayaran. Namun, konsumen perlu menjumlahkan seluruh kewajiban dari berbagai aplikasi dan kartu, bukan hanya melihat satu transaksi. Beberapa cicilan kecil dapat menumpuk dan jatuh tempo pada minggu yang sama. Catat tanggal pembayaran dalam kalender agar tidak terlewat.
Hitung kemampuan bayar sebelum mengambil fasilitas
Gunakan pendapatan bersih yang benar-benar diterima, bukan perkiraan bonus atau pendapatan yang belum pasti. Kurangi terlebih dahulu kebutuhan pokok, biaya rumah tangga, cicilan lain, dan tabungan wajib. Sisa dana tersebut menjadi batas realistis untuk menilai apakah cicilan baru masih aman. Jika pembayaran hanya dapat dilakukan dengan mengandalkan pinjaman lain, sebaiknya batalkan pembelian.
BNPL juga tidak cocok untuk menutup defisit anggaran rutin yang terus berulang. Jika pengeluaran bulanan selalu lebih besar daripada pendapatan, menambah cicilan hanya memindahkan masalah ke bulan berikutnya. Evaluasi anggaran dan cari penyebab kekurangan kas sebelum menggunakan fasilitas kredit.
Perhatikan data pribadi dan cara penagihan
Aturan OJK juga mencakup pengelolaan data pribadi, data transaksi, dan data keuangan. Konsumen perlu membaca izin aplikasi, kebijakan privasi, serta tujuan penggunaan data. Berikan informasi hanya melalui aplikasi atau kanal resmi. Jangan pernah membagikan kata sandi, PIN, atau kode OTP kepada pihak yang mengaku membantu aktivasi limit atau mempercepat persetujuan.
Simpan salinan perjanjian, rincian biaya, jadwal pembayaran, dan bukti pelunasan. Jika terdapat tagihan yang tidak dikenali atau jumlah yang berbeda dari kesepakatan, ajukan keberatan melalui layanan pengaduan resmi penyelenggara. Catat nomor tiket dan tanggal komunikasi. Bila masalah tidak ditangani, konsumen dapat menggunakan kanal pengaduan OJK sesuai prosedur yang berlaku.
Bedakan kebutuhan dan keinginan
Fasilitas BNPL dapat membantu ketika digunakan secara terencana untuk kebutuhan yang telah dianggarkan dan pembayaran bulanannya tersedia. Namun, kemudahan checkout dapat membuat konsumen membeli barang impulsif karena beban pembayaran terasa kecil. Beri jeda sebelum bertransaksi, bandingkan harga tunai dengan harga total cicilan, dan tanyakan apakah barang tersebut memang dibutuhkan sekarang.
Jika membeli barang untuk menunjang pekerjaan atau usaha, hitung apakah manfaatnya sebanding dengan biaya pembiayaan. Hindari menggunakan cicilan konsumtif untuk mengejar diskon yang nilainya lebih kecil daripada total biaya. Jangan pula mengambil beberapa fasilitas sekaligus tanpa mengetahui keseluruhan kewajiban.
Aturan baru bukan pengganti disiplin keuangan
PADK OJK Nomor 2 Tahun 2026 memperjelas kewajiban penyelenggara BNPL di sektor perusahaan pembiayaan dan pembiayaan syariah. Penguatan penilaian kelayakan dan perlindungan konsumen penting, tetapi konsumen tetap harus membaca perjanjian dan menghitung kemampuan membayar. Regulasi membantu membangun tata kelola, bukan menghapus risiko keterlambatan atau kewajiban utang.
Sebelum menggunakan PayLater, pastikan penyedia berada dalam pengawasan yang sesuai, pahami seluruh biaya, cek tanggal jatuh tempo, dan batasi cicilan berdasarkan kemampuan. Jika tidak yakin dapat membayar penuh sesuai jadwal, pilihan paling aman adalah menunda transaksi dan menabung terlebih dahulu.
Sumber: OJK, PADK Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan BNPL bagi Perusahaan Pembiayaan dan Perusahaan Pembiayaan Syariah. Foto ilustrasi: CardMapr.nl/Unsplash.

