Akses Pinjaman Digital Tetap Membutuhkan Perencanaan Utang
Akses pendanaan yang luas harus diimbangi manajemen risiko, keterbukaan informasi dan keputusan pinjaman bertanggung jawab.
Akses pendanaan yang luas harus diimbangi manajemen risiko, keterbukaan informasi dan keputusan pinjaman bertanggung jawab.
Kredit tumbuh sekitar 13,6% tahunan pada Juli 2026, melampaui pertumbuhan DPK 11,21%; distribusi likuiditas perlu dijaga.
Pembiayaan pindar kepada UMKM mencapai Rp35,12 triliun hingga Juni 2026, sekitar sepertiga total pembiayaan industri.
BI mempertahankan suku bunga 5,75% sambil menekankan stabilitas nilai tukar, sasaran inflasi dan pertumbuhan berkelanjutan.
OJK menekankan kolaborasi lembaga keuangan untuk memperluas pembiayaan UMKM, dengan dukungan pendampingan, digitalisasi dan penguatan kapasitas usaha.
OJK membahas kemungkinan kelonggaran bagi UMKM yang kesulitan pendanaan karena riwayat kredit terdahulu, sambil mempertimbangkan kehati-hatian.
Inflasi tahunan Januari 2026 mencapai 3,55%, sedikit di atas batas atas sasaran; koordinasi kebijakan tetap menjadi perhatian.
Pasar saham turun tajam setelah MSCI menyoroti transparansi kepemilikan dan investability; keterbukaan data menjadi isu bagi investor.
BI mempertahankan suku bunga 4,75%, deposit facility 3,75% dan lending facility 5,5%, dengan fokus stabilisasi rupiah.
Aturan OJK mengecualikan agunan untuk fasilitas modal kerja tertentu hingga Rp100 juta bagi debitur UMKM.