BI Pertahankan BI-Rate 4,75 Persen untuk Menjaga Stabilitas Rupiah
BI mempertahankan suku bunga 4,75%, deposit facility 3,75% dan lending facility 5,5%, dengan fokus stabilisasi rupiah.
BI mempertahankan suku bunga 4,75%, deposit facility 3,75% dan lending facility 5,5%, dengan fokus stabilisasi rupiah.
IHSG menguat pada sesi pertama 2026. Arah berikutnya tetap dipengaruhi laba emiten, arus modal dan kondisi global.
Data inflasi yang relatif terkendali memberi konteks bagi prospek kebijakan moneter, meski kurs tetap sensitif pada faktor eksternal.
Rupiah menguat 34 poin atau 0,20% menjadi Rp16.428 per dolar AS pada pembukaan perdagangan.
OJK menyebut dinamika domestik berkontribusi pada volatilitas, meski IHSG sempat mencatat rekor tertinggi pada Agustus 2025.
BI menurunkan BI-Rate ke 5%, deposit facility ke 4,25% dan lending facility ke 5,75% untuk mendukung pertumbuhan.
Inflasi bulanan Juli tercatat 0,30% dan inflasi tahunan 2,37%, masih berada dalam sasaran BI.
BI memangkas suku bunga 25 bps menjadi 5,5%, dengan alasan prakiraan inflasi terkendali dan dukungan bagi pertumbuhan berkelanjutan.
Perubahan BI-Rate ke 5,5% dapat memengaruhi biaya dana, tetapi tidak otomatis membuat semua pinjaman lebih murah.
Kebijakan moneter tetap mempertimbangkan stabilitas rupiah, inflasi dan pertumbuhan di tengah ketidakpastian perdagangan global.