IHSG Jatuh Setelah MSCI Menyoroti Keterbukaan Kepemilikan Saham
Pasar saham turun tajam setelah MSCI menyoroti transparansi kepemilikan dan investability; keterbukaan data menjadi isu bagi investor.
Pasar saham turun tajam setelah MSCI menyoroti transparansi kepemilikan dan investability; keterbukaan data menjadi isu bagi investor.
BI mempertahankan suku bunga 4,75%, deposit facility 3,75% dan lending facility 5,5%, dengan fokus stabilisasi rupiah.
IHSG menguat pada sesi pertama 2026. Arah berikutnya tetap dipengaruhi laba emiten, arus modal dan kondisi global.
IHSG turun 0,21% ke 8.043,82 dan LQ45 juga melemah saat investor mencermati data ekonomi serta peluang perubahan kebijakan moneter.
Data inflasi yang relatif terkendali memberi konteks bagi prospek kebijakan moneter, meski kurs tetap sensitif pada faktor eksternal.
Rupiah menguat 34 poin atau 0,20% menjadi Rp16.428 per dolar AS pada pembukaan perdagangan.
OJK menyebut dinamika domestik berkontribusi pada volatilitas, meski IHSG sempat mencatat rekor tertinggi pada Agustus 2025.
BI menurunkan BI-Rate ke 5%, deposit facility ke 4,25% dan lending facility ke 5,75% untuk mendukung pertumbuhan.
Inflasi bulanan Juli tercatat 0,30% dan inflasi tahunan 2,37%, masih berada dalam sasaran BI.
BI memangkas suku bunga 25 bps menjadi 5,5%, dengan alasan prakiraan inflasi terkendali dan dukungan bagi pertumbuhan berkelanjutan.